Rabu, 29 Agustus 2018

Pancasila dan Kebebasan Beragama di Indonesia


 
 
Dari sila pertama : Ketuhanan yang maha esa. Apakah yang tidak berkeyakinan tuhan adalah satu atau yang tidak bertuhan memiliki ruang tinggal di Indonesia ?

Mungkin masih banyak yang menganggap sila pertama ini berarti kita harus percaya bahwa Tuhan itu hanya satu (esa).
Banyak yang menganggap kita sebagai warga negara Indonesia wajib beragama, apapun itu agamanya kamu harus beragama (walaupun mereka gak melihat apakah di dalam kepercayaan itu adalah monotheist).
Itu adalah suatu hal yang keliru, lebih tepat disebut bertuhan karena (di Indonesia) yang beragama belum tentu bertuhan (satu tuhan).
Seharusnya kepercayaan itu tergantung pada masing-masing entah mereka mau mengikuti apapun kepercayaan nya.
Ada Hindu yang politheist, ada Budha, dan lain-lain.
Di Indonesia tidak hanya ada satu agama saja, banyak agama di Indonesia bahkan pahlawan kita gak semuanya adalah monotheist.

Isi pidato Prof Ir Soekarno yang bertemakan "To Build The World A New" pada tanggal 30 September 1960 :
"Bangsa saya meliputi orang-orang yang menganut berbagai macam agama. Ada yang Islam, ada yang Kristen ada yang Budha dan ada yang tidak menganut sesuatu agama. Meskipun demikian untuk delapan puluh lima persen dari sembilan puluh dua juta rakyat kami, bangsa Indonesia terdiri dari para pengikut Islam. Berpangkal pada kenyataan ini, dan mengingat akan berbeda-beda tetapi bersatunya bangsa kami, kami menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai yang paling utama dalam filsafah hidup kami. Bahkan mereka yang tidak percaya kepada Tuhanpun, karena toleransinya yang menjadi pembawaan, mengakui bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa merupakan karakteristik dari bangsanya, sehingga mereka menerima Sila pertama ini."
(Sumber : https://jakarta45.wordpress.com/to-build-the-world-a-new/)

Dengan adanya sikap toleransi yang kuat, kamu menerima sila pertama meskipun kamu tidak bertuhan.
Muslim terbilang mayoritas di negeri ini (85% dari 92.000.000) sedangkan yang lain jarang terlihat, mungkin kalau kalian yang lihat berbeda lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar